Jombang adalah daerah di Provinsi Jawa timur yang beberapa waktu lalu terkenal karena kisah horror Ryan si Jagal Homo dari Jombang. Kisah Ryan begitu menggemparkan dan menyita perhatian seluruh warga Negara Indonesia. Jombang pun terkenal karena hampir semua stasiun TV,radio,maupun internet dipenuhi berita tentang salah satu kisah menghebohkan di tahun 2008 lalu.
Dan ketika Ryan tertangkap dan korban-korbannya teridentifikasi lambat laun nama Jombang semakin jarang muncul di TV.
Namun ternyata Jombang memang belum mau berhenti memunculkan sensasi. Yaitu sensasi dari bocah cilik bernama Ponari. Seorang anak kecil yang baru belajar di tingkat SD sudah membuat dunia kedokteran di Indonesia geleng-geleng kepala. Betapa tidak,dengan sebuah batu yang ia miliki,Ponari diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dan yang bikin tambah dahsyat (penulis menganggap tidak masuk akal) adalah cerita dibalik penemuan batu itu.
Bagaimana tidak dahsyat,menurut Ponari batu itu ia dapatkan saat ia sedang bermain di bawah guyuran hujan. Dan tiba-tiba ada petir menyambar dia. Bukannya gosong atau melempuh,ternyata tubuhnya masih sehat-sehat aja. Bahkan Ponari mendapatkan “bonus” dari sang petir yaitu sebuah batu.
Kemudian batu itu ia gunakan untuk mengobati seorang anak kecil yang menderita muntaber. Dan ajaib…anak itu sembuh.
Cerita tentang batu yang bisa menyembuhkan itu lambat laun menyebar dari mulut ke mulut. Dan hanya dalam beberapa hari,Jombang pun kembali menjadi daerah yang paling banyak disebut wartawan,pembawa berita/acara. Ponari pun dapat julukan baru sebagai dukun cilik,bahkan ada yang menyebut dia titisan dewa petir.
Sejak itu pula ribuan orang menyerbu ke rumah Ponari si dukun cilik. Berharap kesembuhan dari berbagai penyakit yang mereka derita,dengan meminum air yang sudah dicelup dengan batu si dukun cilik.
Hal-hal kurang wajar pun terjadi di sana. Dari pasien yang meminum air untuk mandi Ponari sampai meminum air hujan yang mengalir dari genting rumah Ponari.
Namun dibalik kehebohan itu terselip cerita pilu dari para pasien yang berjubel untuk mendapatkan pengobatan dari Ponari. Tak kurang empat nyawa melayang ketika berdesak-desakan di sana.
Kejadian itu membuat aparat keamanan memutuskan untuk menutup praktek pengobatan si dukun cilik.
Patut kita tunggu apakah praktek pengobatan Ponari akan dibuka lagi atau tidak.
Dan selama kita menunggu perkembangan dari Jombang,mari kita bersama-sama merenung dan menyimpulkan hal-hal apa yang bisa kita ambil dari fenomena Ponari.
Bagi saya apa pun yang terjadi di dunia ini semuanya atas kehendak Alloh. Tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh sudah berkehendak. Begitu pula dengan apa yang terjadi dengan Ponari dan batu yang ia miliki. Kita bisa mengatakan itu tidak masuk akal tapi sebenarnya bisa saja terjadi jika Alloh berkehendak. Namun kita harus mempelajari setiap hal yang terjadi dengan berbagai ilmu,terutama ilmu yang telah tertulis di Al-quran dan Sunnah. Di samping ilmu kedokteran karena fernomena Ponari berhubungan dengan pengobatan.
Sehingga kita bisa menganalisa fenomena Ponari dan batu “ajaib” dengan lebih cerdas.
1. Kesembuhan itu hanyalah Alloh yang memberikan,dengan berbagai perantara yang berbeda sesuai dengan sakit yang diderita. Misal Alloh memberikan kesembuhan bagi penderita flu melalui obat flu yang diminum. Jadi bukan obat flu yang menyembuhkan tapi Alloh lah yang menyembuhkan.
2. Jika memang kelebihan Ponari dianggap pemberian Alloh itu bisa saja. Tapi harus diingat,Alloh memberikan suatu kelebihan pasti bukan untuk sembarang manusia tapi untuk manusia-manusia pilihan seperti Nabi dan Rosul dahulu.
3. Dilihat dari ilmu kedokteran,pengobatan ala Ponari adalah pengobatan yang tidak masuk akal. Bayangkan air yang dicelup dengan batu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit,padahal dalam kedokteran modern kadang kala satu jenis penyakit butuh bermacam-macam obat.
4. Untuk yang menganggap bahwa Ponari adalah titisan dewa petir,hal tersebut benar-benar jauh dari syariat Islam. Ingat,yang mengatur segala macam yang ada di alam semesta ini hanyalah Alloh.
5. Suatu yang wajar jika fenomena Ponari menjadi kekhawatiran bagi kalangan orang muslim,karena dikhawatirkan batu “ajaib” milik Ponari tersebut bisa membawa kesyirikan bagi masyarakat.
6. Masyarakat kita memang masih sering terbuai dengan hal-hal yang berbau mistis baik dalam hal pengobatan,jadi wajar jika pengobatan ala Ponari masih jadi primadona di dalam masyarakat kita.
7. Hal diatas makin ditunjang dengan realita bahwa pengobatan modern kurang “populer’ bagi sebagian besar masyarakat kita. Yang pasti hal ini berhubungan dengan mahalnya biaya pengobatan modern.
Ada yang salah dengan tulisan saya??
Jumat, 13 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
Lama-lama, sorry to say, air seninya si Ponari diminum juga nih..
Paling cuma kau yang mau melakukan hal itu...
Posting Komentar