FOOLENTINE DAY
Alkisah di suatu masa ada sebuah cerita tentang laki-laki bernama Foolentino. Sesuai dengan namanya (Fool:Bodoh),Foolentino terkenal di penjuru kota sebagai orang yang bodoh. Sangat-sangat bodoh
(Namun dikarenakan menurut penulis kata bodoh terlalu kasar,vulgar,dan melecehkan maka baiknya kata bodoh diganti dengan istilah belum tahu).
Jadi Foolentino terkenal karena dia adalah orang yang amat sangat tidak update dalam segala hal. Sesuatu yang orang-orang sekota sudah tahu,dia belum tahu. Setiap hal yang dia belum tahu memang kadang bikin orang jadi malas berbincang dengan dia. Karena setiap ditanya dia selalu bilang “ saya belum tahu….”
Dia menjawab itu bukan karena dia rendah hati tapi karena dia benar-benar belum tahu.
Di saat orang sudah mengenal handphone sebagai alat komunikasi,dia malah menggunakan handphone sebagai ulekan sambel.(Karena pada masa itu handphone bentuknya memang mirip ulekan sambel).
Ia juga terlambat tahu kalau topi itu harusnya dipakai di kepala setelah berkali-kali gagal memakai topi itu di kaki.
Bahkan dia baru tahu kalau yang selama ini ia panggil ibu adalah wanita yang melahirkan dia. Ketika itu ia sudah berumur 20 tahun.
Namun karena kebodohannya..eh..kebelumtahuannya itulah ia malah terkenal seluruh warga kota. Ia pun disayang,dikasihani,dan dimaklumi oleh orang tuanya,tetangga,bahkan seluruh warga kota.
…………………….
Dan pada suatu hari tepatnya tanggal 14 Februari,Foolentino diajak ayahnya memancing di danau. Oleh ayahnya Foolentino diberi pancing yang sudah dipasangi umpan.(Karena ayahnya tahu Foolentino tidak bisa memasang umpan pada kail). Ayahnya pun menyuruh Foolentino untuk mencari tempat yang ia sukai.
Foolentino pun berjalan menyusuri tepian danau dan memilih tempat yang teduh,dan agak jauh dari ayahnya.
Foolentino lalu melemparkan umpannya ke danau. Namun setelah sekian lama,umpan yang ia lempar tidak dimakan ikan juga. Akhirnya ia punya ide (tumben..) untuk menggulung senar pancing dan mengecek apakah umpannya masih di kail atau habis. Namun sebelum ia menggulungnya,ia teringat pesan ayahnya agar bersabar dalam memancing dan tidak sering-sering menggulung senar pancing.
Akhirnya ia putuskan untuk tidak menggulung tali pancingan,karena ia punya ide baru yang lebih brilian yaitu menyelam untuk melihat umpan yang di dalam air masih ada di kail atau tidak.
Sedetik kemudian ia menceburkan diri ke danau. Namun apa yang terjadi kemudian?
Saat tubuhnya di dalam air Foolentino teringat kalau dia tidak memakai pakaian renang. Dan yang paling ajaib ia baru sadar kalau ia tidak bisa berenang.
Ayahnya dari kejauhan melihat Foolentino terjun ke danau. Ia pun berlari untuk menolong anaknya namun sudah terlambat. Ayahnya Cuma menemukan sepasang sandal yang telah ditulisi oleh Foolentino. Tulisannya Lovely Foolentine’s Swallow (Swallow adalah merk sandal).
………………..
Sejak itu pula setiap tanggal 14 Februari seluruh warga kota memperingati perginya Foolentino. Hari itu terkenal dengan sebutan Foolentine Day alias Harinya Orang Bodoh. Dan yang menjadi hal yang khas saat peringatan itu adalah seluruh warga saling bertukar makanan kesukaan Foolentino dulu yaitu coklat. Coklat diambil karena sandal kesukaan Foolentino warnanya coklat.
Di tahun 2009 pun tradisi itu masih ada,dan di rayakan oleh banyak kalangan. Baik laki-laki maupun perempuan. Walau pun sekarang diartikan menjadi hari kasih saying bukan harinya orang bodoh lagi. Dari orang yang beragama Islam pun ada yang ikut-ikutan merayakan Foolentine Day.
Hal itu menjadi sebuah ironi karena beberapa orang Islam yang ikut merayakan Foolentine Day itu bisa di kategorikan ORANG YANG BELUM TAHU alias......
• Belum tahu kalau merayakan hari itu adalah sama saja merayakan kepergian Foolentino.
• Belum tahu kalau Foolentine Day bukan budaya Islam,yang pasti jauh dari nilai-nilai Islami.
• Belum tahu kalau merayakan budaya suatu kaum maka orang yang merayakan itu termasuk kaum yang menciptakan budaya itu.
Setuju tidak anda??????
Jumat, 13 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar