Jombang adalah daerah di Provinsi Jawa timur yang beberapa waktu lalu terkenal karena kisah horror Ryan si Jagal Homo dari Jombang. Kisah Ryan begitu menggemparkan dan menyita perhatian seluruh warga Negara Indonesia. Jombang pun terkenal karena hampir semua stasiun TV,radio,maupun internet dipenuhi berita tentang salah satu kisah menghebohkan di tahun 2008 lalu.
Dan ketika Ryan tertangkap dan korban-korbannya teridentifikasi lambat laun nama Jombang semakin jarang muncul di TV.
Namun ternyata Jombang memang belum mau berhenti memunculkan sensasi. Yaitu sensasi dari bocah cilik bernama Ponari. Seorang anak kecil yang baru belajar di tingkat SD sudah membuat dunia kedokteran di Indonesia geleng-geleng kepala. Betapa tidak,dengan sebuah batu yang ia miliki,Ponari diyakini bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Dan yang bikin tambah dahsyat (penulis menganggap tidak masuk akal) adalah cerita dibalik penemuan batu itu.
Bagaimana tidak dahsyat,menurut Ponari batu itu ia dapatkan saat ia sedang bermain di bawah guyuran hujan. Dan tiba-tiba ada petir menyambar dia. Bukannya gosong atau melempuh,ternyata tubuhnya masih sehat-sehat aja. Bahkan Ponari mendapatkan “bonus” dari sang petir yaitu sebuah batu.
Kemudian batu itu ia gunakan untuk mengobati seorang anak kecil yang menderita muntaber. Dan ajaib…anak itu sembuh.
Cerita tentang batu yang bisa menyembuhkan itu lambat laun menyebar dari mulut ke mulut. Dan hanya dalam beberapa hari,Jombang pun kembali menjadi daerah yang paling banyak disebut wartawan,pembawa berita/acara. Ponari pun dapat julukan baru sebagai dukun cilik,bahkan ada yang menyebut dia titisan dewa petir.
Sejak itu pula ribuan orang menyerbu ke rumah Ponari si dukun cilik. Berharap kesembuhan dari berbagai penyakit yang mereka derita,dengan meminum air yang sudah dicelup dengan batu si dukun cilik.
Hal-hal kurang wajar pun terjadi di sana. Dari pasien yang meminum air untuk mandi Ponari sampai meminum air hujan yang mengalir dari genting rumah Ponari.
Namun dibalik kehebohan itu terselip cerita pilu dari para pasien yang berjubel untuk mendapatkan pengobatan dari Ponari. Tak kurang empat nyawa melayang ketika berdesak-desakan di sana.
Kejadian itu membuat aparat keamanan memutuskan untuk menutup praktek pengobatan si dukun cilik.
Patut kita tunggu apakah praktek pengobatan Ponari akan dibuka lagi atau tidak.
Dan selama kita menunggu perkembangan dari Jombang,mari kita bersama-sama merenung dan menyimpulkan hal-hal apa yang bisa kita ambil dari fenomena Ponari.
Bagi saya apa pun yang terjadi di dunia ini semuanya atas kehendak Alloh. Tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh sudah berkehendak. Begitu pula dengan apa yang terjadi dengan Ponari dan batu yang ia miliki. Kita bisa mengatakan itu tidak masuk akal tapi sebenarnya bisa saja terjadi jika Alloh berkehendak. Namun kita harus mempelajari setiap hal yang terjadi dengan berbagai ilmu,terutama ilmu yang telah tertulis di Al-quran dan Sunnah. Di samping ilmu kedokteran karena fernomena Ponari berhubungan dengan pengobatan.
Sehingga kita bisa menganalisa fenomena Ponari dan batu “ajaib” dengan lebih cerdas.
1. Kesembuhan itu hanyalah Alloh yang memberikan,dengan berbagai perantara yang berbeda sesuai dengan sakit yang diderita. Misal Alloh memberikan kesembuhan bagi penderita flu melalui obat flu yang diminum. Jadi bukan obat flu yang menyembuhkan tapi Alloh lah yang menyembuhkan.
2. Jika memang kelebihan Ponari dianggap pemberian Alloh itu bisa saja. Tapi harus diingat,Alloh memberikan suatu kelebihan pasti bukan untuk sembarang manusia tapi untuk manusia-manusia pilihan seperti Nabi dan Rosul dahulu.
3. Dilihat dari ilmu kedokteran,pengobatan ala Ponari adalah pengobatan yang tidak masuk akal. Bayangkan air yang dicelup dengan batu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit,padahal dalam kedokteran modern kadang kala satu jenis penyakit butuh bermacam-macam obat.
4. Untuk yang menganggap bahwa Ponari adalah titisan dewa petir,hal tersebut benar-benar jauh dari syariat Islam. Ingat,yang mengatur segala macam yang ada di alam semesta ini hanyalah Alloh.
5. Suatu yang wajar jika fenomena Ponari menjadi kekhawatiran bagi kalangan orang muslim,karena dikhawatirkan batu “ajaib” milik Ponari tersebut bisa membawa kesyirikan bagi masyarakat.
6. Masyarakat kita memang masih sering terbuai dengan hal-hal yang berbau mistis baik dalam hal pengobatan,jadi wajar jika pengobatan ala Ponari masih jadi primadona di dalam masyarakat kita.
7. Hal diatas makin ditunjang dengan realita bahwa pengobatan modern kurang “populer’ bagi sebagian besar masyarakat kita. Yang pasti hal ini berhubungan dengan mahalnya biaya pengobatan modern.
Ada yang salah dengan tulisan saya??
Jumat, 13 Februari 2009
14th
FOOLENTINE DAY
Alkisah di suatu masa ada sebuah cerita tentang laki-laki bernama Foolentino. Sesuai dengan namanya (Fool:Bodoh),Foolentino terkenal di penjuru kota sebagai orang yang bodoh. Sangat-sangat bodoh
(Namun dikarenakan menurut penulis kata bodoh terlalu kasar,vulgar,dan melecehkan maka baiknya kata bodoh diganti dengan istilah belum tahu).
Jadi Foolentino terkenal karena dia adalah orang yang amat sangat tidak update dalam segala hal. Sesuatu yang orang-orang sekota sudah tahu,dia belum tahu. Setiap hal yang dia belum tahu memang kadang bikin orang jadi malas berbincang dengan dia. Karena setiap ditanya dia selalu bilang “ saya belum tahu….”
Dia menjawab itu bukan karena dia rendah hati tapi karena dia benar-benar belum tahu.
Di saat orang sudah mengenal handphone sebagai alat komunikasi,dia malah menggunakan handphone sebagai ulekan sambel.(Karena pada masa itu handphone bentuknya memang mirip ulekan sambel).
Ia juga terlambat tahu kalau topi itu harusnya dipakai di kepala setelah berkali-kali gagal memakai topi itu di kaki.
Bahkan dia baru tahu kalau yang selama ini ia panggil ibu adalah wanita yang melahirkan dia. Ketika itu ia sudah berumur 20 tahun.
Namun karena kebodohannya..eh..kebelumtahuannya itulah ia malah terkenal seluruh warga kota. Ia pun disayang,dikasihani,dan dimaklumi oleh orang tuanya,tetangga,bahkan seluruh warga kota.
…………………….
Dan pada suatu hari tepatnya tanggal 14 Februari,Foolentino diajak ayahnya memancing di danau. Oleh ayahnya Foolentino diberi pancing yang sudah dipasangi umpan.(Karena ayahnya tahu Foolentino tidak bisa memasang umpan pada kail). Ayahnya pun menyuruh Foolentino untuk mencari tempat yang ia sukai.
Foolentino pun berjalan menyusuri tepian danau dan memilih tempat yang teduh,dan agak jauh dari ayahnya.
Foolentino lalu melemparkan umpannya ke danau. Namun setelah sekian lama,umpan yang ia lempar tidak dimakan ikan juga. Akhirnya ia punya ide (tumben..) untuk menggulung senar pancing dan mengecek apakah umpannya masih di kail atau habis. Namun sebelum ia menggulungnya,ia teringat pesan ayahnya agar bersabar dalam memancing dan tidak sering-sering menggulung senar pancing.
Akhirnya ia putuskan untuk tidak menggulung tali pancingan,karena ia punya ide baru yang lebih brilian yaitu menyelam untuk melihat umpan yang di dalam air masih ada di kail atau tidak.
Sedetik kemudian ia menceburkan diri ke danau. Namun apa yang terjadi kemudian?
Saat tubuhnya di dalam air Foolentino teringat kalau dia tidak memakai pakaian renang. Dan yang paling ajaib ia baru sadar kalau ia tidak bisa berenang.
Ayahnya dari kejauhan melihat Foolentino terjun ke danau. Ia pun berlari untuk menolong anaknya namun sudah terlambat. Ayahnya Cuma menemukan sepasang sandal yang telah ditulisi oleh Foolentino. Tulisannya Lovely Foolentine’s Swallow (Swallow adalah merk sandal).
………………..
Sejak itu pula setiap tanggal 14 Februari seluruh warga kota memperingati perginya Foolentino. Hari itu terkenal dengan sebutan Foolentine Day alias Harinya Orang Bodoh. Dan yang menjadi hal yang khas saat peringatan itu adalah seluruh warga saling bertukar makanan kesukaan Foolentino dulu yaitu coklat. Coklat diambil karena sandal kesukaan Foolentino warnanya coklat.
Di tahun 2009 pun tradisi itu masih ada,dan di rayakan oleh banyak kalangan. Baik laki-laki maupun perempuan. Walau pun sekarang diartikan menjadi hari kasih saying bukan harinya orang bodoh lagi. Dari orang yang beragama Islam pun ada yang ikut-ikutan merayakan Foolentine Day.
Hal itu menjadi sebuah ironi karena beberapa orang Islam yang ikut merayakan Foolentine Day itu bisa di kategorikan ORANG YANG BELUM TAHU alias......
• Belum tahu kalau merayakan hari itu adalah sama saja merayakan kepergian Foolentino.
• Belum tahu kalau Foolentine Day bukan budaya Islam,yang pasti jauh dari nilai-nilai Islami.
• Belum tahu kalau merayakan budaya suatu kaum maka orang yang merayakan itu termasuk kaum yang menciptakan budaya itu.
Setuju tidak anda??????
Alkisah di suatu masa ada sebuah cerita tentang laki-laki bernama Foolentino. Sesuai dengan namanya (Fool:Bodoh),Foolentino terkenal di penjuru kota sebagai orang yang bodoh. Sangat-sangat bodoh
(Namun dikarenakan menurut penulis kata bodoh terlalu kasar,vulgar,dan melecehkan maka baiknya kata bodoh diganti dengan istilah belum tahu).
Jadi Foolentino terkenal karena dia adalah orang yang amat sangat tidak update dalam segala hal. Sesuatu yang orang-orang sekota sudah tahu,dia belum tahu. Setiap hal yang dia belum tahu memang kadang bikin orang jadi malas berbincang dengan dia. Karena setiap ditanya dia selalu bilang “ saya belum tahu….”
Dia menjawab itu bukan karena dia rendah hati tapi karena dia benar-benar belum tahu.
Di saat orang sudah mengenal handphone sebagai alat komunikasi,dia malah menggunakan handphone sebagai ulekan sambel.(Karena pada masa itu handphone bentuknya memang mirip ulekan sambel).
Ia juga terlambat tahu kalau topi itu harusnya dipakai di kepala setelah berkali-kali gagal memakai topi itu di kaki.
Bahkan dia baru tahu kalau yang selama ini ia panggil ibu adalah wanita yang melahirkan dia. Ketika itu ia sudah berumur 20 tahun.
Namun karena kebodohannya..eh..kebelumtahuannya itulah ia malah terkenal seluruh warga kota. Ia pun disayang,dikasihani,dan dimaklumi oleh orang tuanya,tetangga,bahkan seluruh warga kota.
…………………….
Dan pada suatu hari tepatnya tanggal 14 Februari,Foolentino diajak ayahnya memancing di danau. Oleh ayahnya Foolentino diberi pancing yang sudah dipasangi umpan.(Karena ayahnya tahu Foolentino tidak bisa memasang umpan pada kail). Ayahnya pun menyuruh Foolentino untuk mencari tempat yang ia sukai.
Foolentino pun berjalan menyusuri tepian danau dan memilih tempat yang teduh,dan agak jauh dari ayahnya.
Foolentino lalu melemparkan umpannya ke danau. Namun setelah sekian lama,umpan yang ia lempar tidak dimakan ikan juga. Akhirnya ia punya ide (tumben..) untuk menggulung senar pancing dan mengecek apakah umpannya masih di kail atau habis. Namun sebelum ia menggulungnya,ia teringat pesan ayahnya agar bersabar dalam memancing dan tidak sering-sering menggulung senar pancing.
Akhirnya ia putuskan untuk tidak menggulung tali pancingan,karena ia punya ide baru yang lebih brilian yaitu menyelam untuk melihat umpan yang di dalam air masih ada di kail atau tidak.
Sedetik kemudian ia menceburkan diri ke danau. Namun apa yang terjadi kemudian?
Saat tubuhnya di dalam air Foolentino teringat kalau dia tidak memakai pakaian renang. Dan yang paling ajaib ia baru sadar kalau ia tidak bisa berenang.
Ayahnya dari kejauhan melihat Foolentino terjun ke danau. Ia pun berlari untuk menolong anaknya namun sudah terlambat. Ayahnya Cuma menemukan sepasang sandal yang telah ditulisi oleh Foolentino. Tulisannya Lovely Foolentine’s Swallow (Swallow adalah merk sandal).
………………..
Sejak itu pula setiap tanggal 14 Februari seluruh warga kota memperingati perginya Foolentino. Hari itu terkenal dengan sebutan Foolentine Day alias Harinya Orang Bodoh. Dan yang menjadi hal yang khas saat peringatan itu adalah seluruh warga saling bertukar makanan kesukaan Foolentino dulu yaitu coklat. Coklat diambil karena sandal kesukaan Foolentino warnanya coklat.
Di tahun 2009 pun tradisi itu masih ada,dan di rayakan oleh banyak kalangan. Baik laki-laki maupun perempuan. Walau pun sekarang diartikan menjadi hari kasih saying bukan harinya orang bodoh lagi. Dari orang yang beragama Islam pun ada yang ikut-ikutan merayakan Foolentine Day.
Hal itu menjadi sebuah ironi karena beberapa orang Islam yang ikut merayakan Foolentine Day itu bisa di kategorikan ORANG YANG BELUM TAHU alias......
• Belum tahu kalau merayakan hari itu adalah sama saja merayakan kepergian Foolentino.
• Belum tahu kalau Foolentine Day bukan budaya Islam,yang pasti jauh dari nilai-nilai Islami.
• Belum tahu kalau merayakan budaya suatu kaum maka orang yang merayakan itu termasuk kaum yang menciptakan budaya itu.
Setuju tidak anda??????
Rabu, 11 Februari 2009
Once upon time in my campus
Kamis,12 Februari 2009
Hari itu aku berada di kampus,dengan beberapa tujuan.Nyari dosen lah,ke BAA lah,ngenet lah..Setelah 2 tujuan pertamaku terlaksana,akhirnya aku meletakkan tubuh ini di salah satu pojok hall kampusku.YMman,browsing,download,
Lagi2 aku buka salah satu situs favoritku kebunhikmah.com.
Setelah buka2 and ngopi beberapa artikel,aku menemukan artikel yang akhirnya ku copy paste ke blogku.
Yang pertama ttg merokok,yang kedua syair dibawah ini.Aku gak tau yang memosting ke kebunhikmah.com tapi baguslah buat nambah2 posingan di blogku..
" Untuk Calon Istriku Kelak"
Ukhti....
Jikalau tiba saatnya bertemu...
bersabarlah dikau dengan kekuranganku....
bersabarlah dikau dengan apa yang tampak sekilas....
sesungguhnya aku ini hanyalah seseorang anak adam yang
biasa-biasa saja....
yang biasa dipandang sebelah mata....
Ukhti....
Jika Allah memang memilihku tuk mendampingimu....
Kumohon....
Hendaklah dikau selalu mengingatkan diriku ini yang
lemah ini....
Yang mungkin menelantarkan hak-hakmu....
Yang mungkin lupa diri dan tak tau diri....
Yang mungkin lupa akan kewajibanku ini....
Ukhti....
Terimalah salamku ini....
Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya ukhti....
Berimanlah pada Allah swt....
dan bertakwalah pada Allah....
Patuhilah Allah dan Rasulnya....
Jangan terbawa oleh arus musuh-musuh Islam ukhti....
Ingatlah.....
Sesungguhnya Allah swt. bersama orang-orang yang
sabar....
Jikalau bukan takdir kita untuk bertemu....
Doaku semoga Allah mempertemukanmu dengan Ikhwan yang
lebih baik dariku....
Yang akan membahagiakanmu di dunia dan membimbingmu menuju
kebahagiaan akhirat....
Hari itu aku berada di kampus,dengan beberapa tujuan.Nyari dosen lah,ke BAA lah,ngenet lah..Setelah 2 tujuan pertamaku terlaksana,akhirnya aku meletakkan tubuh ini di salah satu pojok hall kampusku.YMman,browsing,download,
Lagi2 aku buka salah satu situs favoritku kebunhikmah.com.
Setelah buka2 and ngopi beberapa artikel,aku menemukan artikel yang akhirnya ku copy paste ke blogku.
Yang pertama ttg merokok,yang kedua syair dibawah ini.Aku gak tau yang memosting ke kebunhikmah.com tapi baguslah buat nambah2 posingan di blogku..
" Untuk Calon Istriku Kelak"
Ukhti....
Jikalau tiba saatnya bertemu...
bersabarlah dikau dengan kekuranganku....
bersabarlah dikau dengan apa yang tampak sekilas....
sesungguhnya aku ini hanyalah seseorang anak adam yang
biasa-biasa saja....
yang biasa dipandang sebelah mata....
Ukhti....
Jika Allah memang memilihku tuk mendampingimu....
Kumohon....
Hendaklah dikau selalu mengingatkan diriku ini yang
lemah ini....
Yang mungkin menelantarkan hak-hakmu....
Yang mungkin lupa diri dan tak tau diri....
Yang mungkin lupa akan kewajibanku ini....
Ukhti....
Terimalah salamku ini....
Jagalah dirimu dengan sebaik-baiknya ukhti....
Berimanlah pada Allah swt....
dan bertakwalah pada Allah....
Patuhilah Allah dan Rasulnya....
Jangan terbawa oleh arus musuh-musuh Islam ukhti....
Ingatlah.....
Sesungguhnya Allah swt. bersama orang-orang yang
sabar....
Jikalau bukan takdir kita untuk bertemu....
Doaku semoga Allah mempertemukanmu dengan Ikhwan yang
lebih baik dariku....
Yang akan membahagiakanmu di dunia dan membimbingmu menuju
kebahagiaan akhirat....
Merokok??No Way
Hampir semua majelis ulama setempat di negara-negara dengan mayoritas Muslim telah memfatwakan haramnya rokok, hanya Indonesia satu-satunya negara dengan umat Islam terbanyak yang majelis ulamanya belum mem-fatwakan haramnya rokok. Para ulama masa kini telah sepakat mengharamkan rokok berdasarkan makna yang terindikasi secara tidak langsung dari zhahir ayat Alquran dan As-Sunah serta i'tibar (logika) yang benar.
Metode Al Qur’an dan Hadits Mengharamkan Merokok
Jika ada orang yang berkilah, "Sesungguhnya kami tidak menemukan nash (dalil), baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok." Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah harus ditinjau dari dari dua jenis pendekatan :
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung.
Contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195) yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya. Atau sabda Rasulullah SAW : "Dan janganlah kalian menyia-nyiakan harta kalian dengan boros” , yang menunjukkan bahwa merokok sebagai perbuatan boros adalah perbuatan sia-sia, sedang perbuatan boros adalah sahabat setan, dan setan itu adalah makhluk yang ingkar.
Sedangkan untuk jenis kedua, adalah perbuatan yang secara jelas diharamkan seperti firman Allah (yang artinya), "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (Al-Maidah: 3). Dan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu." (/i>(Al-Maidah: 90).
Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.
Pertimbangan Mengharamkan Rokok
Atas dasar metode tersebut diatas, maka pertimbangan-pertimbangan yang mendasari diharamkannya rokok adalah :
1. Merokok dapat membinasakan diri
Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa kini setelah dalil i'tibar (logika) menyimpulkan berbagai bahaya merokok dan secara ilmiah dibuktikan bahwa setiap batang rokok mengandung lebih dari 4.000 jenis racun berbahaya. Merokok terbukti menyebabkan perasaan cemas, keletihan jiwa, penyakit jantung, kerusakan paru-paru dan kanker serta berbagai penyakit lainnya. Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.
Allah berfirman (yang artinya), "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195). Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya (dharar) terhadap badan dan harta.
2. Merokok menyia-nyiakan harta
Dalil dari as-Sunnah adalah hadits shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. "Dan janganlah kalian menyia-nyiakan harta kalian dengan boros” . Kemudian di Al Qur’an Allah berfirman : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya" (QS. al-Isro' : 26). "Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan." (al-Baqoroh :195).
Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikan harta (uang) kita kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan sama saja membelanjakan uang untuk hal-hal yang mengandung kemudharatan.
3. Merokok berarti menuruti hawa nafsu
Sangat sulit menghentikan kebiasaan rokok, karena secara fisik tubuh merasa lapar dengan nikotin, karsinogen dan berbagai jenis perangsang (baca : racun) dalam rokok. Tidak ada perokok yang tidak tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, tapi mereka tetap melakukannya karena hawa nafsunya. Setan pun ikut andil membantu si perokok untuk tidak bisa jauh dari rokok. Bagi setan hawa nafsu adalah salah satu pintu untuk mempermudahnya masuk ke dalam jiwa seseorang. “Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad : 14). Setanpun membantu si perokok untuk mencari dalil-dalil yang memperbolehkannya merokok. "Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah
:216)
4. Merokok mengganggu orang lain
Penilitian ilmiah juga membuktikan bahwa perokok pasif juga dapat terkena imbas racun rokok bahkan lebih parah. Sabda Nabi SAW : "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu / menyakiti tetangganya." Terutama "tetangga" yang paling dekat dengan dirinya yakni keluarganya. Kata beliau pula :"Barang siapa mengganggu seorang muslim maka sungguh ia telah menggangguku dan barang siapa mengganggu aku, maka sungguh ia telah mengganggu Allah SWT."
Imam Sahl berkata : "Dua hal yang dapat menghalangi seseorang untuk bisa sampai kepada Allah dan menyaksikan alam malakut : makanan yang buruk, dan menyakiti makhluq." Keduanya ada pada rokok, ia ‘makanan’ yang buruk dan sekaligus menganggu kesehatan orang lain disekitarnya.
5. Merokok menjauhkan perokok dari berbagai kesempatan dan perbuatan baik
Ketika seseorang harus merokok maka ia harus malu dan menghindar dari orang-orang soleh yang mengharamkan rokok, ia juga tidak boleh berada di mesjid saat merokok, ia juga menghindarkan puasa-puasa sunat karena sulit untuk tidak merokok ketika sedang berpuasa. Bila seorang perokok sedang jenuh atau tidak ada kerjaan maka ia mengisinya dengan merokok, sedang orang soleh mengisinya dengan berdzikir atau membaca buku menambah ilmu. Bila si perokok menghadapi kesulitan hidup atau kegagalan iapun menumpahkan persoalan hidupnya ke sebatang rokok, ia tidak lagi mengingat dan bertawakal pada Allah Yang mengatur takdir dan rezekinya. Sikap demikian bahkan oleh sebagian ulama dikategorikan sebagai satu jenis syirik, karena ia sudah mulai ‘menyerahkan’ persoalan hidupnya pada sebatang rokok dan tidak lagi pada Sang Penguasa dunia dan akhirat.
Seorang ulama lainnya mengatakan alangkah tak pantasnya seorang perokok memasuki mesjid, bahkan sekalipun ia sedang tidak merokok. Pakaian beraroma rokok, padahal ia gunakan pakaian itu untuk menghadap Allah SWT saat shalat dan hendak menuju masjid. Ia berharap dapat meraih ridho Allah, dengan sesuatu yang dibenci Allah ?
Berhentilah Mencari-cari Alasan Untuk Tetap Boleh Merokok
Para perokok selalu menghadapi dilema ketika hati kecilnya sudah sadar tapi hawa nafsunya tidak mampu ia kuasai untuk berhenti merokok. Ia cenderung berusaha menghindar ketika harus berdebat mengenai haram tidaknya merokok, atau ia mencoba mencari-cari dalil-dalil yang masih membolehkan merokok atau mencari kelemahan dibalik dalil atau i’tibar (akal sehat) bahaya merokok. Bahkan senjata terakhirnya ketika tersudut, ia mulai menggunakan dalil ekonomi bahwa bila rokok dilarang maka ada sekian ratus ribu tenaga kerja yang menganggur. Ia lupa bahwa Allah-lah yang mengatur rezeki setiap umat-Nya, dan bukan pabrik rokok.
Sebagian perokok lainnya, berkilah bahwa Al-Qur’an melarang kita untuk mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah. Padahal ketika ayat ini turun untuk bukan ditujukan kepada suatu perbuatan mudharat yang tidak diharamkan, sedang merokok jelas mudharatnya.
Sejarah Rokok
Sejarah rokok sendiri tidak terlepas dari upaya konspirasi Yahudi-Nasrani yang berhasrat untuk menghancurkan umat Islam. "Tidak akan ridho kaum Yahudi dan Nasrani terhadap kalian selama-lamanya sampai kalian mengikuti jalan hidup mereka." (al-Baqarah : 120). Didalam kitab Jawahirul Lu'lu'iyyah, disebutkan bahwa munculnya rokok berasal dari Inggris yang menyebar ke
negeri-negeri Islam di abad akhir kejayaan Islam. Anehnya pemerintah Inggris justru tidak mengirimkan rokok ke negara Islam kecuali setelah para dokter muslim bersepakat melarang merokok.
Dimasa kejayaan Islam beberapa abad yang lalu, para dokter negeri muslim pernah mengotopsi seorang laki-laki pecandu rokok. Mereka mendapati daging dan ototnya mengerut kehitaman, sumsum tulang hitam legam. Jantungnya seperti karang laut berlubang dan berongga yang mengering. Hati terbakar seperti dipanggang api. Sejak itulah dokter Yahudi-Nasrani melarang mengonsumsi rokok. Sebaliknya mereka memerintahkan menjualnya ke kaum muslimin dengan tujuan membinasakan muslimin dalam jangka panjang. Dari sinilah sebagian para ulama mengharamkan mengkonsumsi rokok, karena ihtiyath (berhati-hati dalam mengambil hukum).
Berhenti Merokok Sebagai Pertobatan
Tiada kata terlambat untuk bertobat. "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, lalu mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.. dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan buruk itu sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imron :135)
Semoga kita termasuk hamba Allah yang disebut didalam ayat-Nya :"..Sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-Ku, yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik darinya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang memiliki akal. " (az-Zumar : 17-18)
Disarikan dari berbagai tulisan :
- Kitab Fatwa-Fatwa Terkini, Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin
- Haramkah Merokok, Ahmad Sarwat, Lc.
- Rasa’ilut taubah minat tadkhin, Muhammad bin Ibrahim Al-Huraiqi
- Menguak sejarah Rokok, Nafisah
Metode Al Qur’an dan Hadits Mengharamkan Merokok
Jika ada orang yang berkilah, "Sesungguhnya kami tidak menemukan nash (dalil), baik di dalam kitabullah ataupun sunah Rasulullah saw. perihal haramnya rokok." Maka, jawaban atas penyataan ini adalah bahwa nash-nash Alquran dan sunah harus ditinjau dari dari dua jenis pendekatan :
1. Jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga hari kiamat.
2. Jenis yang dalil-dalilnya memang diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung.
Contoh untuk jenis pertama adalah ayat Alquran "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195) yang menunjukkan keharaman merokok secara umum meskipun tidak diarahkan secara langsung kepadanya. Atau sabda Rasulullah SAW : "Dan janganlah kalian menyia-nyiakan harta kalian dengan boros” , yang menunjukkan bahwa merokok sebagai perbuatan boros adalah perbuatan sia-sia, sedang perbuatan boros adalah sahabat setan, dan setan itu adalah makhluk yang ingkar.
Sedangkan untuk jenis kedua, adalah perbuatan yang secara jelas diharamkan seperti firman Allah (yang artinya), "Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah." (Al-Maidah: 3). Dan firman-Nya, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah perbuatan-perbuatan itu." (/i>(Al-Maidah: 90).
Jadi, baik nash-nash itu termasuk jenis pertama atau kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pengambilan dalil mengindikasikan hal itu.
Pertimbangan Mengharamkan Rokok
Atas dasar metode tersebut diatas, maka pertimbangan-pertimbangan yang mendasari diharamkannya rokok adalah :
1. Merokok dapat membinasakan diri
Keharaman rokok itu disimpulkan oleh para ulama di masa kini setelah dalil i'tibar (logika) menyimpulkan berbagai bahaya merokok dan secara ilmiah dibuktikan bahwa setiap batang rokok mengandung lebih dari 4.000 jenis racun berbahaya. Merokok terbukti menyebabkan perasaan cemas, keletihan jiwa, penyakit jantung, kerusakan paru-paru dan kanker serta berbagai penyakit lainnya. Dan karena racun itu merusak tubuh manusia yang sebenarnya amanat Allah SWT untuk dijaga dan diperlihara, maka merokok itu termasuk melanggar amanat itu dan merusak larangan.
Allah berfirman (yang artinya), "Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." (Al-Baqarah: 195). Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat di atas adalah merokok termasuk perbuatan yang mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.
Dalil yang lain, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan tidak boleh pula membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dari kitab Al-Ahkam 2340).
Sebagaimana dimaklumi pula bahwa merokok adalah berbahaya (dharar) terhadap badan dan harta.
2. Merokok menyia-nyiakan harta
Dalil dari as-Sunnah adalah hadits shahih dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang menyia-nyiakan harta. "Dan janganlah kalian menyia-nyiakan harta kalian dengan boros” . Kemudian di Al Qur’an Allah berfirman : “Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya" (QS. al-Isro' : 26). "Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan." (al-Baqoroh :195).
Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikan harta (uang) kita kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok adalah termasuk pengalokasian harta pada hal yang tidak bermanfaat, bahkan sama saja membelanjakan uang untuk hal-hal yang mengandung kemudharatan.
3. Merokok berarti menuruti hawa nafsu
Sangat sulit menghentikan kebiasaan rokok, karena secara fisik tubuh merasa lapar dengan nikotin, karsinogen dan berbagai jenis perangsang (baca : racun) dalam rokok. Tidak ada perokok yang tidak tahu bahwa merokok berbahaya bagi kesehatan, tapi mereka tetap melakukannya karena hawa nafsunya. Setan pun ikut andil membantu si perokok untuk tidak bisa jauh dari rokok. Bagi setan hawa nafsu adalah salah satu pintu untuk mempermudahnya masuk ke dalam jiwa seseorang. “Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang (setan) menjadikan dia memandang baik perbuatannya yang buruk itu dan mengikuti hawa nafsunya?” (QS. Muhammad : 14). Setanpun membantu si perokok untuk mencari dalil-dalil yang memperbolehkannya merokok. "Boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (QS. al-Baqarah
:216)
4. Merokok mengganggu orang lain
Penilitian ilmiah juga membuktikan bahwa perokok pasif juga dapat terkena imbas racun rokok bahkan lebih parah. Sabda Nabi SAW : "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia mengganggu / menyakiti tetangganya." Terutama "tetangga" yang paling dekat dengan dirinya yakni keluarganya. Kata beliau pula :"Barang siapa mengganggu seorang muslim maka sungguh ia telah menggangguku dan barang siapa mengganggu aku, maka sungguh ia telah mengganggu Allah SWT."
Imam Sahl berkata : "Dua hal yang dapat menghalangi seseorang untuk bisa sampai kepada Allah dan menyaksikan alam malakut : makanan yang buruk, dan menyakiti makhluq." Keduanya ada pada rokok, ia ‘makanan’ yang buruk dan sekaligus menganggu kesehatan orang lain disekitarnya.
5. Merokok menjauhkan perokok dari berbagai kesempatan dan perbuatan baik
Ketika seseorang harus merokok maka ia harus malu dan menghindar dari orang-orang soleh yang mengharamkan rokok, ia juga tidak boleh berada di mesjid saat merokok, ia juga menghindarkan puasa-puasa sunat karena sulit untuk tidak merokok ketika sedang berpuasa. Bila seorang perokok sedang jenuh atau tidak ada kerjaan maka ia mengisinya dengan merokok, sedang orang soleh mengisinya dengan berdzikir atau membaca buku menambah ilmu. Bila si perokok menghadapi kesulitan hidup atau kegagalan iapun menumpahkan persoalan hidupnya ke sebatang rokok, ia tidak lagi mengingat dan bertawakal pada Allah Yang mengatur takdir dan rezekinya. Sikap demikian bahkan oleh sebagian ulama dikategorikan sebagai satu jenis syirik, karena ia sudah mulai ‘menyerahkan’ persoalan hidupnya pada sebatang rokok dan tidak lagi pada Sang Penguasa dunia dan akhirat.
Seorang ulama lainnya mengatakan alangkah tak pantasnya seorang perokok memasuki mesjid, bahkan sekalipun ia sedang tidak merokok. Pakaian beraroma rokok, padahal ia gunakan pakaian itu untuk menghadap Allah SWT saat shalat dan hendak menuju masjid. Ia berharap dapat meraih ridho Allah, dengan sesuatu yang dibenci Allah ?
Berhentilah Mencari-cari Alasan Untuk Tetap Boleh Merokok
Para perokok selalu menghadapi dilema ketika hati kecilnya sudah sadar tapi hawa nafsunya tidak mampu ia kuasai untuk berhenti merokok. Ia cenderung berusaha menghindar ketika harus berdebat mengenai haram tidaknya merokok, atau ia mencoba mencari-cari dalil-dalil yang masih membolehkan merokok atau mencari kelemahan dibalik dalil atau i’tibar (akal sehat) bahaya merokok. Bahkan senjata terakhirnya ketika tersudut, ia mulai menggunakan dalil ekonomi bahwa bila rokok dilarang maka ada sekian ratus ribu tenaga kerja yang menganggur. Ia lupa bahwa Allah-lah yang mengatur rezeki setiap umat-Nya, dan bukan pabrik rokok.
Sebagian perokok lainnya, berkilah bahwa Al-Qur’an melarang kita untuk mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkan Allah. Padahal ketika ayat ini turun untuk bukan ditujukan kepada suatu perbuatan mudharat yang tidak diharamkan, sedang merokok jelas mudharatnya.
Sejarah Rokok
Sejarah rokok sendiri tidak terlepas dari upaya konspirasi Yahudi-Nasrani yang berhasrat untuk menghancurkan umat Islam. "Tidak akan ridho kaum Yahudi dan Nasrani terhadap kalian selama-lamanya sampai kalian mengikuti jalan hidup mereka." (al-Baqarah : 120). Didalam kitab Jawahirul Lu'lu'iyyah, disebutkan bahwa munculnya rokok berasal dari Inggris yang menyebar ke
negeri-negeri Islam di abad akhir kejayaan Islam. Anehnya pemerintah Inggris justru tidak mengirimkan rokok ke negara Islam kecuali setelah para dokter muslim bersepakat melarang merokok.
Dimasa kejayaan Islam beberapa abad yang lalu, para dokter negeri muslim pernah mengotopsi seorang laki-laki pecandu rokok. Mereka mendapati daging dan ototnya mengerut kehitaman, sumsum tulang hitam legam. Jantungnya seperti karang laut berlubang dan berongga yang mengering. Hati terbakar seperti dipanggang api. Sejak itulah dokter Yahudi-Nasrani melarang mengonsumsi rokok. Sebaliknya mereka memerintahkan menjualnya ke kaum muslimin dengan tujuan membinasakan muslimin dalam jangka panjang. Dari sinilah sebagian para ulama mengharamkan mengkonsumsi rokok, karena ihtiyath (berhati-hati dalam mengambil hukum).
Berhenti Merokok Sebagai Pertobatan
Tiada kata terlambat untuk bertobat. "Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, lalu mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka.. dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah ? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan buruk itu sedang mereka mengetahui." (QS. Ali 'Imron :135)
Semoga kita termasuk hamba Allah yang disebut didalam ayat-Nya :"..Sampaikanlah kabar gembira kepada hamba-Ku, yang mendengar perkataan lalu mengikuti apa yang terbaik darinya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang memiliki akal. " (az-Zumar : 17-18)
Disarikan dari berbagai tulisan :
- Kitab Fatwa-Fatwa Terkini, Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin
- Haramkah Merokok, Ahmad Sarwat, Lc.
- Rasa’ilut taubah minat tadkhin, Muhammad bin Ibrahim Al-Huraiqi
- Menguak sejarah Rokok, Nafisah
Langganan:
Komentar (Atom)
