Jumat, 04 April 2008

CERITA ANAK MUDA 2(Halah...)

TANGIS TERAKHIR SANG PUTRI


CERMA by Rinto Tri Wibowo

Tyo adalah seorang mahasiswa Geografi di salah satu universitas swasta di kota ini. Dia memiliki kekasih bernama Rara mahasiswa Kesehatan Masyarakat yang juga satu universitas dengannya. Pagi itu Tyo yang sedang makan di kantin kampus didatangi temennya yang bernama Cika. Mereka pun ngobrol,sampai akhirnya Cika ngomong sesuatu kepada Tyo.

“Tyo,aku mo bilang sesuatu nih soal pacarmu Rara. Tapi kamu jangan marah ya?”kata Cika setelah Tyo menanyakan apa maksud kedatangannya.

“Iya bilang aja ada apa?”kataku

“Gini tadi malam waktu gue hang out aku liat Rara ama Anton di GOR tempat dia biasa latihan tae kwon do”.

”Aku juga mo bilang kalo sebenarnya selama ini Rara tu masih berhubungan ama Anton”.

“Aku bilang begini karena aku kasihan ma kamu terus-terusan dibohongi Rara”.

”And menurutku kamu musti ngambil keputusan yang tegas ke Rara.”imbuh Cika

Anton yang diceritakan Cika adalah mantan Rara yang juga seorang polisi. Tyo memang sudah lama mendengar kalo Anton sering menemui Rara. Namun saat dia tanyakan hal tersebut,Rara cuma bilang kalo gak ada apa-apa antara dia dan Anton. Selama ini Tyo sudah bersabar karena percaya ma ucapan Rara.

Namun entah mengapa setelah mendengar semua penjelasan dari Cika itu emosi Tyo tiba-tiba memuncak.

Siangnya Tyo sudah menunggu Rara didepan fakultasnya. Beberapa saat kemudian Rara keluar bersama teman akrabnya,Nissa.

“Say,dah lama ya nunggunya?”tanya Rara menghampiriku

Namun tidak seperti biasanya bukan sambutan yang mesra dari Tyo yang didapat Rara. Tidak seperti hari-hari kemarin jika Tyo menjemput Rara,pasti Rara diperlakukan bak tuan putri yang akan naik kereta kencana. Sekarang hanya tatapan penuh emosi dari Tyo yang didapatnya. Tanpa sepatah kata pun terucap dari mulut Tyo. Keheranan Rara makin bertambah saat Tyo memberinya sebuah jam tangan. Jam tangan tersebut adalah jam tangan hadiah dari Rara saat tyo ultah dulu.

Namun sebelum Rara menanyakan maksud Tyo ngasih jam tanganitu,Tyo sudah membuka pintu mobilnya dan meninggalkan Rara dan Nissa yang keheranan. Dan entah apa yang diucapkan Tyo sebelum pergi,yang namun apa yang diucapkannya membuat mata Rara berkaca-kaca. Dan tak mengerti kenapa sikap kekasihnya begitu berbeda dari hari-hari kemarin.

Malamnya Tyo dapat sms dari Nissa,teman dekat Rara mengajak ketemuan dengannya. Pukul 19.30 mereka berdua sudah berada ditempat yang telah mereka janjikan.

“Tyo apa sih maksudmu mutusin Rara?”

“Pake surat lagi,gak gentle banget. Mana Tyo yang dulu,yang begitu gentle menyatakan cintanya ke Rara di tengah kerumunan pengunjung mall?”

Kemudian Tyo menceritakan apa yang jadi alasan dia mutusin Rara. Juga saat Cika menceritakan kepadanya kalo Rara masih berhubungan dengan Anton.

“Jadi begitu ceritanya!”

“Sebelum ku ngomong aku mo tanya kamu tapi jawab dengan jujur.Kamu sebenarnya masih sayang tidak ama Rara.”tanya Nissa

“Aku masih sayang dia,tapi aku gak suka dibohongi begitu .”kata Tyo

“Kamu jangan menyalahkan Rara,kamu sebenarnya yang harus disalahkan. Pertama,kamu lebih percaya ama orang lain daripada orang yang kamu sayangi. Kedua,kamu tak memberi kesempatan buatnya untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dan tau kenapa Rara malam itu bersama Anton?”tanya Nissa

Tyo pun menggeleng,akhirnya Nissa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

“Dia bersama Anton karena dia mo bilang ke Anton kalo dia dah punya cowok,yaitu kamu. Selama ini Rara masih sering ditelpon ato disms Anton,bahkan Anton sering mengancam Rara untuk tidak berhubungan dengan cowok lain. Dan dia merasa terganggu karena itu. Dan malam itu Rara didatangi Anton,tapi bukan untuk bermaksud mengkhianatimu. Saat Anton mendatangi Rara,kesempatan itu dia gunakan untuk menceritakan kalau dai sudah punya cowok yaitu kamu.”

”Rara juga meminta Anton untuk tidak mengganggu dia lagi.”

Beberapa detik aku termenung,akhirnya dia mencoba menelepon Rara,namun nomor yang dia tuju tidak aktif. Akhirnya Tyo memutuskan untuk menemui Rara di rumahnya dan meminta maaf. Dia pun memacu mobilnya kencang karena tak sabar menemui orang yang dia sayangi untuk meminta maaf telah menyakitinya.

Dalam perjalanan berkali-kali Tyo berdoa agar dia bisa kembali seperti dulu dahulu menjalin cinta kasih yang sempat terkoyak.

Sampai di rumah Rara,Tyo melihat banyak orang berkumpul di sana,dan tak sedikit yang menangis. Yang membuat Tyo semakin heran di sana juga ada beberapa polisi. Tyo pun berdebar-debar ingin tahu apa yang telah terjadi dan berusaha masuk ke rumah Rara namun dilarang polisi. Dengan segala cara dia berusaha melihat ke dalam ruang tamu,sekilas dia melihat dua tubuh manusia terbujur kaku tertutup kain. Salah satunya terlihat masih menggenggam sebuah pistol.

Dengan penuh kecemasan Tyo kemudian mendatangi beberapa polisi yang sedang meminta keterangan seorang wanita yang merupakan pembantu di rumah Rara. Pembantu tersebut dengan menangis dan terbata-bata menceritakan apa yang telah terjadi.

”Tadi Non Rara ada tamu lelaki namun beberapa saat kemudian terjadi cek-cok antara Non Rara dan tamunya.”

”Dan Non Rara sempat bilang kalo dia hanya mencintai lelaki bernama Tyo. Setelah itu terdengar dua kali suara letusan dari kamar tamu.”

Mendengar hal itu Tyo pun ambruk tak sadarkan diri.

Tidak ada komentar: