Jumat, 18 Januari 2008

My memory of Jogja Earthquake (26 May 2006)

SEMI - NAKED SURVIVAL
(Based from true story)


26 Mei 2006,05.45 AM
Pagi itu aku ada acara di tempatku KKN,untuk mengadakan talk show tentangPergaulan Bebas Remajapukul 07.00.
So pukul 05.45 telah kulangkahkan kaki ini menuju ke dalam kamar mandi. Buat mandi tentunya,biar badan wangi and gak bau soale mo ketemu cewek-cewek SMA

Dengan keadaan masih agak ngantuk ku ambil gayung,bersiap mengguyur dengan air dari bak. Untuk pertama kalinya pagi itu. Tapi…………

26 Mei 2006 05.55 AM
Belum sempat gayung yang ku pegang mengambil air,tiba-tiba kurasakan getaran dari kamar mandi. Aku pun tersadar getaran itu adalah lindu(bahasa Jawa) atau gempa. 1,2,3 detik aku masih berdiri didalam kamar mandi dengan santai,tanpa sedikitpun kepanikan
Cause,saat itu kuberfikir getaran tersebut cuma kecil dan sebentar saja.
Tapi beberapa detik kemudian getaran tersebut semakin besar,membuat seisi rumahku bergemuruh. Aku pun terombang-ambing di dalam kamar mandi. Semua bagian tubuhku ikut bergoyang-goyang atau bergetar. Sebelum tersadar bahwa ini adalah gempa sebuah benda menimpa kepalaku.
Mak Thukk….
Begitu kira-kira suaranya saat benda tersebut mencium mesra kepalaku. Dengan spontan aku pun keluar dari kamar mandi sambil menyambar handuk. Karena panic handuk tersebut belum sempat kupakai untuk menutupi tubuhku. Ku berlari menuju pintu dengan tubuh terhuyun-huyun. Kayak maling mabok dikejar orang sekampung. Ditambah saat kucoba membuka pintu,susah sekali membuka slot kuncinya. (What a stupid door..!!).
Butuh waktu kira-kira 5 detik usahaku membuka pintu tersebut. Dari belakang kurasakan benda-benda dirumahku terjatuh.
Akhirnya ku berhasil keluar...

Dengan gerakan tangan yang super kilat kulilitkan handukku dengan benar sambil kujongkokkan tubuhku. Waktu itu gempa masih berlangsung dengan harmonisasi getaran yang konstan. Akhirnya ku berhasil melilitkan handuk di tubuhku dengan persentase nilai kesempurnaan mendekati 90%.Dengan kata lain lilitan handuk cukup menutupi tubuh dan ikatannya cukup kuat untuk tidak sampai melorot..

TERIMA KASIH ALLOH,
KAU MASIH MEMBERI KAMI KESEMPATAN UNTUK HIDUP,
MEMBERI KAMI KESEMPATAN UNTUK MENYADARI BAHWA BENCANA ITU ADALAH WUJUD KASIH SAYANGMU KEPADA KAMI.
AGAR KAMI TERSADAR UNTUK SEGERA MEMPERBAIKI KESALAHAN-KESALAHAN KAMI YANG DULU.

Tidak ada komentar: